IJAZAH
Pendidikan gratis cenderung menjadi komoditas politik, dongeng masalalu yang masih sering didengungkan di masa sekarang dan "kemungkinan" juga di masa datang.
Jika memaknai pendidikan secara luas, kata "gratis" masih layak untuk disandangkan. Kau bisa secara gratis mendapatkan pendidikan dimana-mana, mulai dari pendidikan alam, pendidikan sosial hingga pendidikan sexsual.
Namun, jika maknanya disempitkan sedikit dengan memberikan batas-batas dinding yang disebut sekolahan maka akan banyak hal miris yang kamu temukan.
Di balik dinding-dinding ini kau akan diperkenalkan dengan setan bernama Ijazah yang akan melenakanmu dari tujuan pendidikan yang sesungguhnya.
Jika kau sekarang dalam masa sekolah ataupun dalam masa kuliah, ku sarankan untuk tidak memunafikkan diri dengan mengatakan "aku tak butuh ijazah sekolah, tak butuh ijazah kuliah, aku sekolah untuk mencari ilmu saja". Bukankah itu yang kau cari? Di negeri setengah surga ini nasibmu digantungkan pada sederetan angka yang tertera di dalamnya, illa man rohima robbah, kecuali orang-orang yang dikasihi Tuhannya
Memang tak butuh ijazah untuk meraih predikat sebagai petani ataupun buruh tani handal, yang kau harus lakukan adalah merumat sawahmu dengan baik dan benar. Tak butuh Ijazah untuk menjadi babu atau istilah kerennya sekarang asisten rumahtangga yang baik, yang kau harus lakukan adalah menyeboki pantat bayi majikanmu dan menyuapinya hingga kenyang. Tak butuh ijazah untuk menjabat sebagai pekerja sexs yang profesional, yang harus kau lakukan adalah melayani para pembuat undang-undang yang datang serta siapapun yang membutuhkan dari sela kakimu kepuasan.
Tapi, untuk menjadi guru, untuk menjadi dokter, untuk menjadi polisi, untuk menjadi camat, bahkan untuk menjadi kasir di minimarket pun kau akan diminta menunjukkan Ijazah terahirmu.
Dan Ijazah-ijazah itu harus kamu tebus juga dengan mahluk Tuhan yang bernama uang, sekali lagi "uang".
UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional jangan dipolitisi.
Petani ingin anaknya bisa terus sekolah, tamat dan dapat ijazah
asisten RT ingin anaknya bisa terus sekolah, tamat, dan dapat ijazah.
pelacurpun mungkin begitu, mungkin.
darkwriter99.blogger.com
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 03 Februari 2015
Sabtu, 31 Januari 2015
MACAM-MACAM CARA BERSILATURAHMI
Dalam sebuah hadis nabi Muhammad S.A.W mensabdakan tentang pentingnya silaturahmi:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي يَعْقُوبَ الْكِرْمَانِيُّ، حَدَّثَنَا حَسَّانُ، حَدَّثَنَا يُونُسُ، قَالَ مُحَمَّدٌ هُوَ الزُّهْرِيُّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: " مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ "
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abi Ya’quub Al-Kirmaaniy[1] : Telah menceritakan kepada kami Hassaan[2] : Telah menceritakan kepada kami Yuunus[3] : Telah berkata Muhammad – ia adalah Az-Zuhriy[4] - , dari Anas bin Maalik radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang suka diluaskan rizkinya dan ditangguhkan kematiannya, hendaklah ia menyambung silaturahim” [Shahiih Al-Bukhaariy no. 2067].
Silaturahmi bukan hanya sekedar berkunjung bertukar pertanyaan, "bagaimana kabarmu ?; bagaimana usahamu?; bagaimana anak-anakmu; bagaimana wedhusmu ? dll". silaturahmi secara lebih tajam lagi diartikan sebagai "menyambung kasih", baik dengan orang yang selama ini sudah memiliki hubungan baik dengan kita, maupun dengan orang yang mempunyai hubungan kurang baik. bahkan dalam sebuah hadis, rosul menekankan pengertian dari silaturahmi secara lebih terperinci sebagai suatu penyambungan hubungan kekerabatan yang sempat terputus :
لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنْ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا
"Orang yang menyambung silaturahmi itu, bukanlah yang menyambung hubungan yang sudah terjalin, akan tetapi orang yang menyambung silaturahmi ialah orang yang menjalin kembali hubungan kekerabatan yang sudah terputus". [Muttafaqun 'alaihi].
Eyang Kholil Asy'ari guruku pada sore hari tanggal 31 Januari 2015 bertutur bahwasanya silaturahmi dapat dilakukan dengan beragam cara:
- Silaturahmi dengan ber Ziyarah (berkunjung)
- Silaturahmi dengan memberikan hadiah
- Silaturahmi dengan muamalah
- silaturahmi dengan kitabah (tulisan)
Silaturahmi dengan berziyarah dapat dilakukan dengan berkunjung ke rumah teman, sahabat, kerabat, tetangga, saudara ataupun bahkan kepada orang yang sebelumnya belum kita kenal sekalipun. Kendala yang sering terjadi di masyarakat yaitu adanya anggapan bahwa "acara berkunjung" merupakan arisan, setiap anggota arisan berkewajiban membayar arisan yang berupa kunjungan ke rumah anggota arisan yang namanya "tembus" sebagai pemenang arisan, sedangkan pemenang berhak untuk mendapat hadiah berupa kunjungan dari anggota arisan yang lain, bigitu dan seterusnya secara berputar dan bergiliran. Dengan adanya anggapan bahwa berkunjung bergantian merupakan sebuah "arisan", maka tidak jarang terjadi pihak yang sudah berkunjung akan sakit hati apabila tidak gantian dikunjungi apalagi jika sudah berkunjung berkali-kali dan belum juga ada kunjungan balasan, ya dapat dipastikan sakitnya tuh disini (menunjuk ke hati )
memberikan hadiah sangatlah efektif sebagai sarana silaturahmi. Meskipun secara fisik kita tidak bisa hadir berziarah ke rumah, namun hadirnya hadiah merupakan sepuah "penawar" kerinduan yang akan selalu dikenang, apalagi hadirnya hadiah disertai kehadiran pemberinya, pasti akan terasa sangat luarbiasa. ada beberapa hadis yang berkenaan dengan hadiah:
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerima hadiah dan membalasnya.”
“Barang siapa yang ditawari sesuatu tanpa memintanya maka hendaklah menerimanya.” (HR. Ahmad)
Biasanya Rasulullah n bila dihidangkan makanan, beliau menanyakannya, “Apakah makanan ini hadiah ataukah sedekah?” Bila dijawab, “Sedekah”, beliau mempersilakan kepada para sahabatnya, “Makanlah kalian.” Sementara beliau sendiri tidak memakannya. Bila dijawab, “Hadiah”, beliau dengan segera memakannya bersama para sahabatnya. (HR. Al-Bukhari no. 2576)
(bersambung)
Senin, 12 Januari 2015
"BERPAKAIAN TAPI TELANJANG" naked girls
Beberapa abad yang lalu Kanjeng Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda dalam hadisnya:
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ
سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ
كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ
الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا
وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَ
“Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat,
- satu kaum yang selalu bersama cambuk bagaikan ekor-ekor sapi, dengannya mereka memukul manusia, dan
- wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang. Mereka berjalan dengan melenggak-lenggok menimbulkan fitnah (godaan). Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang miring.
Pada postingan kali ini saya mencoba untuk mengungkit sedikit tentang fenomena "wanita yang berpakaian tapi telanjang" yang banyak terjadi disekitar saya saat ini.
Ada beberapa penjelasan dari dawuh (sabda) Kanjeng nabi mengenai wanita yang berpakaian tapi telanjang diatas:
1) Hanya menutupi sebagian tubuhnya dan menyingkap yang lainnya agar terlihat kecantikannya, kemolekannya, dan yang semisalnya
2) Mengenakan pakaian yang tipis, tembus pandang
3) Mengajarkan perbutan mereka kepada orang lain
4) Tampil modis di depan umum, bergaya dalam berjalan
5) Mengikuti mode rambut wanita-wanita nakal
6) Kepala-kepala mereka menonjol dengan hiasan-hiasan seperti punuk unta
7) Berpakaian nikmat Allah, tapi telanjang dari kesyukuran
[Syarh Shahih Muslim lin Nawawi rahimahullah, 14/110]
8) Menyambung rambut dengan rambut palsu [Fathul Bari, 10/375]
9) Berpakaian di dunia, telanjang di akhirat [Syarhul Bukhari libni Batthol rahimahullah, 3/117]
10) Pakaian ketat [Syarhul Muntaqo lil Baaji rahimahullah, 4/308]
11) Berpaling dari kebenaran dan durhaka kepada suami [Al-Istidzkar libni Abdil Barr rahimahullah, 9/283]
12) Menggoda kaum lelaki dan tidak menundukkan pandangan [Syarhus Sunnah lil Baghawi rahimahullah, 10/272]
13) Menutup bagian atas, bawah terbuka [Gharibul Hadits libnil Jauzi rahimahullah, 2/290]
14) Tertawa dengan keras hingga terdengar oleh kaum pria bahkan tertawa bersama kaum pria [Syarhu Riyadhis Shalihin libnil ‘Utsaimin rahimahullah]
15) Fitnah (cobaan) berpakaian tapi telanjang lebih dahsyat dibanding benar-benar telanjang, sebab nafsu akan menuntut untuk melihat lebih dari itu [Syarhut Tirmidzi lisy Syinqithi rahimahullah]
Dawuh Kanjeng tentang dua golongan penghuni neraka yang belum pernah beliau lihat semasa hidup ternyata banyak "berkeliaran" dan mudah sekali kita "punguti" di tepi-tepian jalan dan tempat-tempat umum lainnya. Supaya perkataan saya ini tidak dianggap sebagai "ngarang" ataupun "mengada-ada" belaka maka saya sertakan beberapa gambar untuk semakin menguatkannya.
berikut ini adalah link facebook yang banyak berisi foto-foto jilboob (jilbab+boobs), mungkin mereka adalah orang-orang seperti saya yang membutuhkan nasihat dan pencerahan anda para pembaca semuanya:
saya semakin percaya bahwa orang-orang yang berfoto "seperti" mengenakan pakaian di atas sesungguhnya adalah orang-orang yang sedang berfoto sambil telanjang setelah melihat video di bawah ini
Kalau ada yang berkata, "tulisan ini kritik sosial", memang iya.
Kalau ada yang berkata, "Tulisan ini mengganggu HAM para wanita", terserah saja dan saya sudah siap dengan segala konsekwensinya.
bukankah lebih anggun jika wanita berpenampilan seperti kakak-kakak saya ini?
sebelum penutup ada hal penting yang perlu saya sampaikan, untuk yang merasa pernah ataupun sering melakukan perbuatan "berpakaian tapi telanjang" seperti diatas segera berubahlah setelah membaca postingan ini, karena wanita yang berbuat demikian berdosa, kami kaum hawa yang "sebenarnya" menikmatinyapun berdosa. kalau sudah membaca tetapi tetap tidak ada perubahan ya jangan kaget
jika suatu saat foto "hot" and "sexy" anda terpampang di blog saya . :)
Kritik dan saran yang membangun sangat saya butuhkan supaya alur penulisan tetap dalam koridor kebenaran
Thanks to:
Sabtu, 10 Januari 2015
SEDIKIT MEMBICARAKAN TENTANG “DIA”

DIA ADALAH:
Manusia sombong yang jauh dari ilahi
Manusia rendah yang tidak memiliki kepercayaan diri
Manusia penakut yang tidak memiliki jiwa keberanian apalagi kepahlawanan sejati
Manusia egois yang selalu mementingkan diri sendiri
Manusia miskin yang tidak memiliki kebijaksanaan samasekali
Manusia bodoh yang sulit untuk bersosialisasi
Manusia pemarah yang tidak memiliki kesabaran dalam hati
Manusia lancang yang tidak punya sopan santun dalam berperilaku sehari-hari
Manusia anarkis yang lebih mengedepankan emosi daripada nurani
Manusia lemah yang selalu gagal mengendalikan nafsu diri
Manusia bodoh yang tidak peka terhadap petunjuk yang diberikan pencipta alam ini
Manusia hina yang segala perkataan, perbuatan dan apapun yang diperbuat menyakitkan hati
Manusia munafik khianat pembohong pengingkar janji
YA, DIA
DIA YANG ADA DI DALAM CERMIN
DIA ADALAH AKU
Jumat 10-oktober 2014 05:47 wib
ANTARA TIRAKAT DAN TAROKAT
Konon, kata "tirakat" yang dikenal sebagai kata-kata tetua orang Jawa diambil dari bahasa Arab "Tarokat" dengan asal kata "taroka-yatruku" yang apabila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia mempunyai arti meninggalkan, sedangkan kata "tarokat" mampunyai arti orang yang sudah meninggalkan.
Tirakat
merupakan lelaku dan ritual yang bertujuan untuk mendekatkan diri
kepada Yang Maha Esa dengan cara meninggalkan apapun yang disukai dan
dicintai (yang berkaitan dengan keduniawian) demi meraih kedekatan dan
cinta dari Yang Maha Esa.
Pada
dasarnya jiwa manusia cenderung lebih suka melakukan kemaksiatan
dibandingkan dengan melakukan ketaatan kepada ajaran Tuhan. Hal-hal
seperti main (berjudi), ngombe (minum-minuman keras), maling
(mencuri), madat (narkoba), madon (bermain perempuan) memiliki daya
tarik yang sangat kuat untuk menarik siapapun saja yang ,meliriknya
sejak adanya manusia. Bahkan tertulis dalam sejarah manusia bahwa
pembunuhan terhadap manusia pertamakali di dunia penyebabnya adalah
perebutan perempuan.
Dalam bahasa Jawa ada istilah "moh-limo" yang
digunakan oleh Sunan Ampel untuk melakukan merevolusi mental dan juga
memperbaiki akhlaq masyarakat. prinsip Moh Limo yaitu: moh main, moh
ngombe, moh maling, moh madat, moh madon yakni seruan untuk “tidak
berjudi, tidak minum minuman keras, tidak mencuri, tidak menggunakan
narkotik, dan tidak berzina” hal ini sesuai dengan prinsip tirakat,
yaitu meninggalkan sesuatu yang disukai.
Dalam
perkembangannya tirakat mengalami perubahan tidak hanya meninggalkan
yang Mo-Limo, akan tetapi bertambah banyak lagi yang harus ditinggalkan.
hal ini menunjukkan banyaknya faktor yang menghambat hubungan kedekatan
antara mahluk dengan Tuhan.
Apapun itu, yang menghalangi hubunganmu dengan Tuhan, maka tinggalkan (utruk).
Jumat, 09 Januari 2015
BATAS MANUSIA
Ruang gerak manusia selalu saja terbatas. Banyak sekali sekat-sekat yang membatasi kebebasan dan keleluasaan manusia untuk untuk terus berkarya ataupun berbuat nista. Siapapun anda dan apapun itu profesi anda, mau presiden, mau gubernur, mau camat, mau lurah, mau RT, mau orang baik,mau kiyai, mau ustad, mau orang jahat, mau bajingan sekalipun batas-batas dan sekat-sekat itu selalu saja lebih leluasa dan lebih berkuasa atas diri anda.
Ada sekat harta, ada sekat tenaga, ada
sekat waktu, ada sekat kesehatan, dan yang terahir ada sekat yang
disebut dengan kematian. Orang besar adalah orang yang bisa melakukan
hal-hal besar, orang kecil adalah mereka yang bisa melakukan hal-hal
kecil, namun kerelativan mengaburkan ukuran besar dan kecil, besar dan
kecil hanya ada dalam otak anda.
Keterbatasan harta akan membuat anda tak leluasa bergerak, apalagi zaman sekarang yang segala sesuatunya akan lancar dengan adanya harta. Jadilah orang berharta, dengan cara-cara yang benar dan terhormat tentunya. Manusia yang mendapatkan hartanya dari jalan benar dan dengan cara terhormat pasti akan menggunakan hartanya dengan cara terhormat pula.
Keterbatasan tenaga membuat anda tak
leluasa bergerak, padahal tenaga merupakan hal yang sangat vital untuk
sebuah perjuangan. Tanpa adanya tenaga yang kuat, tak banyak yang bisa
anda lakukan. Jadilah orang kuat, berlatihlah secara
terus-menerus/konstan hingga tenaga anda kuat hampir tak berbatas lalu
manfaatkan tenaga anda untuk hal-hal yang benar dan terhormat.
Keterbatasan waktu membuat anda tak
leluasa bergerak, mau berbuat ini ternyata sedang sibuk itu, akan
berbuat itu ternyata sedang sibuk berbuat ini. Mau berbuat lebih, tidak
ada waktu. Ada waktu, tidak ada yang diperbuat.
Keterbatasan kesehatan akan membuat
setidak leluasaan dalam berkarya. Bayangkan saja, ketika suatu saat
pekerjaan anda membutuhkan kerja keras, begadang, lembur, pemusatan
fikiran serta konsentrasi tingg, ternyata ketika itu anda sakit, dapat
dipastikan segala sesuatunya akan kacau balau.
Kematian adalah batas terahir bagi setiap
yang bernyawa sekaligus pintu gerbang kedua untuk memasuki alam lain
setelah pintu gerbang kelahiran yang menghubungkan alam kandungan dengan
alam dunia. Kematian akan mengahiri segala aktivitas mahluk hidup, akan
tetapi tidak dengan karya yang diciptakan mahluk hidup. Entah itu karya
yang bermanfaat ataupun merugikan orang banyak akan selalu ada selama
ada yang menjalankannya meskipun penemunya/penciptanya sendiri sudah
mati. Jadi tergantung anda, mau menghasilkan karya yang bermanfaat dan
terhormat ataukan karya yang membawa mudorot dan kerugian untuk banyak
orang yang jelas keduanya akan tetap ada yang merasakan efeknya setelah
kematian anda.
Maka sangat benar ketika rosul bersabda,”
jagalah lima sebelum datang yang lima: masa sehatmu sebelum sakitmu,
masa luangmu sebelum sempit (sibuk)mu, masa kayamu sebelum masa
miskinmu, masa kuatmu sebelum masa lemahmu, masa hidupmu sebelum masa
matimu”. Manfaatkan segala potensi yang anda miliki untuk berbuat baik,
selagi ada, selagi bisa. Sebaik-baik kamu adalah yang bermanfaat bagi
orang lainnya.
DEGRADASI PEMBELAJARAN PARA PELAJAR
TK satu tahun
SD enam tahun
SMP tiga tahun
SMA-ku 4 tahun
Kuliahku mau berapa tahun ?? belum tau
Kita mulai cerita dari TK, disini diajari menulis, membaca, meyanyi, dan segala hal yang mengasikkan. Diajari juga cara berperilaku yang baik, sopan pada orang yang lebih tua, dan saling membantu. Dengan sabar bapak ibu guru mengajari menulis “ A-B-C-Z”, mengajari membaca I-B-U dibaca “Ibu”, B-A-P-A-K dibaca “bapak”, S-A-P-I dibaca “sapi”.
Berpindah ke SD, sudah bisa menulis
meskipun belum bagus, mulai bisa membaca meskipun belum lancar. Diajari
ilmu-ilmum dasar; mulai mengenal matematika, bahasa Indonesia,
Budipekerti, Pendidikan Pancasila dan Kwarganegaraan (PPkn), Ilmu
Pendidikan Alam (IPA), Ilmu Pendidikan Sosial (IPS) dan lain-lain. Tidak
asing ditelinga nasehat dari bapak ibu guru supaya rajin belajar, Rajin
membantu orang tua, berbuat baik kawan dan kepada orang lain. Guru
tidak hanya sebagai pengajar mata pelajaran saja, terasa begitu dekat
seperti saudara bahkan seperti orang tua. Disini juga mulai mengenal apa
itu Pekerjaan Rumah (PR) , apa itu tugas kelas, apa itu pengumpulan
tugas, apa itu piket kelas, dan apa itu hukuman. Tugas-tugas yang
dikerjakan selalu diperiksa oleh guru dengan teliti, dikoreksi,
dibenarkan oleh guru supaya siswa-siswi tau kesalahan pengerjaan
tugasnya dan dapat membenarkannya saat tugas dikembalikan lagi nantinya.
Lulus SD melanjutkan ke-SMP. Mata
pelajaran semakin beraneka ragam, tugas sekolah semakin banyak, PR
hampir datang setiap hari. Bapak ibu guru mulai menanamkan keberanian
pada diri siswa-siswinya, diajari bagaimana berdiskusi dengan
teman-teman, presentasi di depan kelas, diajari berorganisasi melalui
Organisasi Siswa In tra Sekolah (OSIS). Pendidikan ahlaq dam karakter
tetap diajarkan bahkan semakin ketat saja. Guru Bimbingan Konseling (BK)
aktiv memanggili siswa-siswi yang bermasalah (nakal) dan bahkan menggil
orang tua murid yang sudah dianggap kronis kenakalannya. Siswa-siswi
terkontrol dengan baik, kesetiakawanan benar-benar ditanamkan di
masa-masa ini.
Masa SMA-ku berbeda dengan kalian (mungkin). Aku disekolahkan di pesantran dipedalaman kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, namanya Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor (PMDG). Ketika mendengar kata pondok pesantren mungkin yang ada dalam benak pikiran kalian adalah manusia-manusai yang selalu bersarung dan berpeci (kopiah/songkok) dan melulu belajar ilmu agama. Buang pikiran itu jauh-jauh dari pikiran kalian, ini Gontor. Sistem pendidikannya mengarah kepada keseimbangan lahir-batin, jasmani-rohani, dunia-aherat, simpelnya 100% mata pelajaran tentang agama dan 100% lainnya mengenai ilmu umum. Bahasa Inggris dan bahasa Arab adalah bahasa wajib di sini. Soal pendidikan ahlak jangan diragukan, pendidikan mental dan karakter jangan disangsikan. Keidisiplinan sangat ditekankan di sini, bahkan ada sebuah istilah ,”pada saat perkumpulan, jarum jatuh-pun terdengar”. Push-up, sit-up, lari keliling pondok, mengepel asrama, membersihkan lingkungan pondok merupakan makanan rutin para pelanggar kedisiplinan. Berpidato bahasa Arab-Inggris di atas meja dengan ditonton oleh pengguna jalan merupakan hukuman yang sangat mendidik untuk mereka yang melanggar bahasa. Sopan kepada kakak kelas, sopan kepada pengurus asrama yang sama-sama pelajar, sopan kepada guru sangat diberatkan. Senyum, salam, sapa dan mencium tangan merupakan tradisi yang dipelihara kuat disini.
Memasuki bangku kuliah kok semuanya berubah ??
- Dosen tak lagi menasehati tentang ahlak, tentang mental .
Padahal mahasiswa itu para calon guru,
calon pejabat, calon anggota dewan yang semestinya mendapatkan
pendidikan ahlak lebih banyak daripada anak SMA, SMP, SD ataupun TK
Kalo alasannya:
- karena mahasiswa “dianggap” sudah dewasa, tau etika, tau benar dan salah maka ketahuilah wahai bapak dan ibu dosen yang terhormat bahwa mahasiswa juga sudah dewasa dan bisa belajar matakuliah sendiri tanpa hadirnya kalian di kelas . cukup bagi kami membeli buku dan mempelajarinya sendiri .
- Karena sungkan, takut dikatakan sok bijak, takut dibenci, takut tidak didengarkan, maka saya tegaskan jangan jadi dosen, tulis saja surat pengunduran diri anda. Tidak ada tempat untuk penakut di dunia ini.
- Tugas yang dikumpulkan kok tidak pernah di kembalikan pak, bu ? kami kan pengen tau nilai tugas kami, supaya tidak terjebak pada kesalahan yang sama…
Apa alasannya:
- Supaya tidak ketahuan kalau tidak obyektif pada pemberian nilai. Supaya leluasa memberikan nilai asal asalan, anak dosen dikasih nilai besar, ketua kelas nilai besar, mahasiswa-mahasiswa yang dekat dengannya nilai besar meskipun isi otak mereka kosong ?
Tidakkan terpikirkan nasib mahasiswa yang tidak dekat dengan dosen akan tetapi mempunyai isi otak yang encer ?
- Supaya tidak ketahuan kalau tugas mahasiswa ternyata hanya dikumpulkan saja tanpa diperiksa dan dikoreksi?
- Rumitnya perizinan meninggalkan kelas, sakit harus ada surat keterangan dokter.
Lalu bagaimana kawan-kawan saya yang
sakit parah, berbaring atau bahkan sekarat di kamar dan tidak kuat ke
dokter. Apakah akan dikosongkan juga absennya jika tanpa surat
keterangan dari dokter ?
- 75% kehadiran untuk bisa ikut Ujian (UAS/UTS)
Oh My God, peraturan model apa lagi ini ??
- Keuangan kampus tidak transparan. Kalau memang pihak kampus jujur, seharusnya mereka transparan, bukankah uang merupakan hal sensitif guys ? dimana ada ketidaktegasan maka disitu ada ketidak jujuran.
- …. (bersambung)
Langganan:
Komentar (Atom)











