Tampilkan postingan dengan label CATATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CATATAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Februari 2015

"SUKA MENCOBA"

"Suka mencoba", begitulah jawaban yang diberikan oleh ibuku ketika aku menanyakan tentang masa kecilku dulu. Mengingat masalalu, tak ada yang salah dengan statemen ibuku. beragam hal-hal yang terkesan aneh-aneh dan neko-neko pernah aku coba demi menuntaskan hasrat ingin tahuku. Apa saja ya:

1. Makan silet dan kaca lampu
tragedi ini terjadi ketika masih duduk dibangku kelas 2 SD. Naah lho, kebayangkan masih kecil sekali. kejadian ini bermula dari kesenangan dan hobi menonton pertunjukan/sirkus yang diadakan hampir tiap malam selama sekitar seminggu di desaku ketika masa itu. seperti biasanya para pemain menampilkan beragam atraksi yang mendebarkan dan membahayakan. Ketika sampai pada penampilan sepeda patah (sepeda dengan stir terpsah dari sadelnya), tiba-tiba salah satu pemain menarikku dan mendudukkannya sadel sepeda tempatnya duduk dan menyertakanku dalam atraksinya. Keesokan harinya aku iseng-iseng mencoba menirukan gaya pesirkus tersebut. silet yang baru dibeli, kubuka perlahan, kupatahkan, kugigit, kukunyah sampai lembut dan akhirnya ku telan. kaca lampu-pun demikian. hingga sampai aku mengadakan atraksi pertunjukan sendiri di sekolahan, meskipun pada akhirnya dibubarkan para guru dan dimarahi habis-habisan oleh kepala sekolah.

2. Puasa mutih
Tau puasa mutih ? Puasa mutih adalah puasa seperti puasa biasa, hanya seja ada beberapa hal yang dilarang dilakukan, seperti : makan makanan yang bernyawa (daging, ikan, serangga, dll), yang dinmakan hanya makanan berwarna putih (nasi, garam, air bening). puasa ini kujalani sekitar seminggu, tujuannya supaya mendapatkan kekuatan kekebalan dan bisa membengkokkan besi..hahah, konyol. Namun karena sudah bertekat bulat, tetap saja dijalani. dan hasilnya (rahasia) :)

3. bersambung

Sabtu, 14 Februari 2015

ABG LABIL yang sering disebut dengan "ABABIL" tampaknya tidak hanya berlaku bagi anak baru gede saja. pun orang yang sudah dewasa bahkan orang tua mengalaminya.

Banyak keinginan dan tidak ada konsisten itulah ciri utamanya, setidaknya begitulah pendapat subjektiv saya.

Jelas saja, anak muda dengan semangat yang  naik turun sering kali terombang-ambingkan oleh keadaan. Hari ini ingin begini, esok ingin begitu. intinya belum ada komitmen yang pasti tentang hal yang akan dijalani.
sekarang begini saja, saya ingin membuat coretan-coretan bodoh yang mungkin bisa miminimalisir tingkat ke "ABABIL"an yang berlebihan.

1. cari tahu dulu, Apa yang ingin anda capai !

Pasti !!
Sebelum melakukan sesuatu, harus tahu dulu apa yang sebenarnya diinginkan, apa yang sebenarnya akan dicapai. Dengan mengetahui apa yang diinginkan akan memudahkan dalam penentuan strategi pencapaian. mau menggunakan model dan metoda jenis apa.

2. Buat strategi

Banyak hal yang tercakup dalam strategi ini, seperti:
  1. waktu, berapa lama hal tersebut akan dicapai . hal ini dilakukan supaya hidup lebih terprogran. mau lulus kuliah di usia berapa, mau menikah di umur berapa, dan lain sebagainya.
  2. cara, cara apa saja yang akan digunakan supaya misi berhasil
  3. relasi, siapa-siapa saja yang akan dilibatkan dalam pencapaian misi ini. koneksi, jaringan kerja.


Selasa, 03 Februari 2015

SETAN BERNAMA IJAZAH

IJAZAH



Pendidikan gratis cenderung menjadi komoditas politik, dongeng masalalu yang masih sering didengungkan di masa sekarang dan "kemungkinan" juga di masa datang.

Jika memaknai pendidikan secara luas, kata "gratis" masih layak untuk disandangkan. Kau bisa secara gratis mendapatkan pendidikan dimana-mana, mulai dari pendidikan alam, pendidikan sosial hingga pendidikan sexsual.

Namun, jika maknanya disempitkan sedikit dengan memberikan batas-batas dinding yang disebut sekolahan maka akan banyak hal miris yang kamu temukan.
Di balik dinding-dinding ini kau akan diperkenalkan dengan setan bernama Ijazah yang akan melenakanmu dari tujuan pendidikan yang sesungguhnya.

Jika kau sekarang dalam masa sekolah ataupun dalam masa kuliah, ku sarankan untuk tidak memunafikkan diri dengan mengatakan "aku tak butuh ijazah sekolah, tak butuh ijazah kuliah, aku sekolah untuk mencari ilmu saja". Bukankah itu yang kau cari?  Di negeri setengah surga ini nasibmu digantungkan pada sederetan angka yang tertera di dalamnya, illa man rohima robbah, kecuali orang-orang yang dikasihi Tuhannya

Memang tak butuh ijazah untuk meraih predikat sebagai petani ataupun buruh tani handal, yang kau harus lakukan adalah merumat sawahmu dengan baik dan benar. Tak butuh Ijazah untuk menjadi babu atau istilah kerennya sekarang asisten rumahtangga yang baik, yang kau harus lakukan adalah menyeboki pantat bayi majikanmu dan menyuapinya hingga kenyang. Tak butuh ijazah untuk menjabat sebagai pekerja sexs yang profesional, yang harus kau lakukan adalah melayani para pembuat undang-undang yang datang serta siapapun yang membutuhkan dari sela kakimu kepuasan.

Tapi, untuk menjadi guru, untuk menjadi dokter, untuk menjadi polisi, untuk menjadi camat, bahkan untuk menjadi kasir di minimarket pun kau akan diminta menunjukkan Ijazah terahirmu.

Dan Ijazah-ijazah itu harus kamu tebus juga dengan mahluk Tuhan yang bernama uang, sekali lagi "uang".

UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional jangan dipolitisi.
Petani ingin anaknya bisa terus sekolah, tamat dan dapat ijazah
asisten RT ingin anaknya bisa terus sekolah, tamat, dan dapat ijazah.
pelacurpun mungkin begitu, mungkin.

darkwriter99.blogger.com

Senin, 02 Februari 2015

NIA KEKASIHKU, KAULAH MASADEPANKU

Cerita ini bermula di siang itu............
Setelah beberapa gunung kudaki, setelah beberapa danau kusinggahi, setelah beberapa pantai kurenangi, setelah beberapa candi dan peninggalan-peninggalan kuno kukunjungi, ahirnya siang itu aku diam. bukan diam karena capek, lalu tidur. Bukan. sekali lagi bukan.
aku diam dan merenung
aku diam dan berdzikir
aku diam dan berfikir
jadi diamku siang itu adalah karena merenung, berdzikir, dan berfikir
apa yang ku kurenungkan ?
aku merenung
  1.  ternyata banyak sekali pengetahuan dari pengalaman yang selama ini aku dapatkan.bukan aku merasa cukup, bukan aku merasa mahir, kuat, tangguh ataupun sombong yang lainnya, tapi ini sebagai alasan bagiku untuk membisikkan lembut kalimat-kalimat dzikirku.
  2. selain banyak pengetahuan ternyata banyak juga pengeluaran yang aku keluarkan, baik itu harta, waktu, maupun tenaga. bukan aku meyesal, bukan. aku tidak menyesal sama sekali dengan semua yang telah aku keluarkan, ini juga alasanku untuk berdzikir
Aku berdzikir
  1. Aku mengucapkan hamdalah (alhamdulillah) berkali-kali atas semua yang tuhan berikan,kesempatan, waktu, tenaga, biaya dan lain sebagainya. Tuhan memberiku kesempatan untuk meneguk sedikit kenikmatan dari megatrilyun bahkan lebih kenikmatan-Nya yang tersebar di penjuru dunia.
  2. Aku juga berdzikir mengucap "astaghfirullohaladzin" berkali-kali, telah banyak yang kusia-siakan, telah banyak waktu terbuang. waktu yang semestinya akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk hal lain.
Aku berfikir
  1. Aku berfikir "aku ingin terus jalan-jalan, aku ingin mengembara berkeliling dunia". bukankah itu juga titah dari yang kuasa dalam firmannya:

    Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan" QS. 67:15

    Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." Qs. 29:20

    Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Adalah orang-orang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka." Qs. 40:82

    “Bila Sholat telah ditunaikan, maka menyebarlah diatas bumi dan carilah karunia Allah” (al jumuah:10)
  2. Aku ingin "mengembara tidak hanya sendiri, tapi bersama orang-orang yang aku cintai" dan yang pasti dengan biayaku sendiri.
renung merupakan ayah
dzikir merupakan proses senggama yang penuh dengan kenikmatan
fikir merupakan ibu yang akan melahirkannya. melahirkan dia, Si Nia

 Kurasa ini cukup sebagai pengantar yang menghubungkanmu dengan "Nia".

Nia adalah sebuah hasil, sekaligus sebuah proses.
Nia adalah wanita hasil persenggamaan antara renung, dzikir, dan fikirku pada siang itu. Aku benar-benar orgasme dalam diamku.
Nia adalah proses yang akan dilalui untuk mendapatkan hasil lagi.
yaa benar, proses yang akan dilalui untuk mendapatkan hasil dari apa yang dikandung oleh Si Fikir, yaitu :
  1. Aku Ingin terus berjalan-jalan mengembara berkeliling dunia bersama orang yang aku cintai
Dengan "wasilah" perantaraan Nia aku akan mewujudkan semuanya, Insyaallah.
Nia benar-benar mutlak bisa aku miliki tepat hari ini, 2 Februari 2015.bukan tanpa modal...
duit 1.220.000 ku gelontorkan ke Pak Im Bin Kasian sebagai modal. modal memboyongnya ke Istana sederhana.
Aku tak peduli orang menyebutnya kandang, bagiku dan nia itulah istana.
kusalami Nia, ku belai lembut kepalanya.
 Dengan becak pak Saiful, kubawa dia ke Istana sederhana.
Kebawa dia dekat, lekat denganku dan tak akan jauh lagi.
Kurawat kau dengan sepenuh hati,dengan setulus hati.
karena aku tau, ada padamu sebagian masa depanku.
Kuputarkan lagu "Jangan beritahu Nia" menjelang tidurmu

itung-itungan bodohku....
hari ini Nia hamil, mungkin sekitar 3 bulan. Itu berarti sekitar 3 bulan lagi Nia melahirkan. Insyaallah.
Lahir ini nanti anaknya 3, Satu untuk aku,satu untuk perawatnya "bapaknya Edi", dan satu lagi untuk kami bagi berdua.
sistem bagi hasil anak. kami menyebutnya menggaduh
berarti 3 bulan lagi kambingku dua. Nia dan anak kecilnya nya.
9 bulan lagi kambingku 3. Nia dan anak besar+anak kecilnya.
begitulah dan seterusnya.
"Nia" adalah kambing. Ya kambing. yang aku gaduh dengan Bapaknya Edi.
Nia adalah  masadepanku.
Kuliah, menikah, ibadah.
apa lagi ??
dan lain-lain saja yang tak terhingga. 
"Santai sajaNia, jangan tergesa. aku setia menunggu, aku tau  kau akan hadiahkan anak-anak yang baik untukku dan juga untuk bapaknya Si Edi".
"tapi kau juga harus tau, Aku ingin segera khusyuk beribadah tanpa terpikir urusan dunia, karena dunia telah berebutan datang ingin menyalamiku. "Aku dulu, Aku dulu, Aku dulu.........................".
kau paham kan maksudku, Nia ??"





Terinspirasi dari seorang gadis bermata bulat yang sampai saat ini ku kagumi.
 slasa 3/2/2015 02:38





  1. Mengembaralah kamu di muka bumi kemudian lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang yang telah lalu (yang telah dibinasakan); kebanyakan mereka adalah orang-orang musyrik”.

    Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
    "Mengembaralah kamu di muka bumi kemudian lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang yang telah lalu (yang telah dibinasakan); kebanyakan mereka adalah orang-orang musyrik”.

    Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
    "Mengembaralah kamu di muka bumi kemudian lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang yang telah lalu (yang telah dibinasakan); kebanyakan mereka adalah orang-orang musyrik”.

    Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
    Mengembaralah kamu di muka bumi kemudian lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang yang telah lalu (yang telah dibinasakan); kebanyakan mereka adalah orang-orang musyrik”.

    Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
    Mengembaralah kamu di muka bumi kemudian lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang yang telah lalu (yang telah dibinasakan); kebanyakan mereka adalah orang-orang musyrik”.

    Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
    "Mengembaralah kamu di muka bumi kemudian lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang yang telah lalu (yang telah dibinasakan); kebanyakan mereka adalah orang-orang musyrik”.

    Copy and WIN : http://bit.ly/copynwi

Sabtu, 31 Januari 2015

BERTAPA DALAM ISLAM


Bertapa dan kebiasaan Nabi
Pernah aku bertanya kepada mbahku tentang berapa lama waktu untuk bertapa. dengan santai beliau menjawab, "satu windu saja".
"haaa, delapan tahun ? lantas apa yang dilakukan disana ?", cacarku.
"berdiam diri, mendekat pada Tuhan, dan memohon apa yang kau pinta".
usut-punya usut, Rasulullah S.A.W pun menjalankan rutinitas bertapa di gua hira sejak sebelum dilantik menjadi Rosul, hanya saja bukan bertapa namanya, tapi "uzlah", begitulan orang menyebutnya.
Beliau juga berdiam-aktiv (bukan diam-pasiv) menanti petunjuk dari Sang Guru Sejati.
wali songo yang menyebarkan Islam ditanah jawa membaca suasana sosio-religi kala itu. Masarakat indonesia khususnya suku jawa yang berdiam di lereng-lereng gunung, di goa-goa, di bebatuan cadas pegunungan, dan dihutan-hutan dikenalkan kepada Allah dan Islam melalui kultur budaya mereka sendiri, salah satunya dengan tradisi bertapa atau semedi.
Hasilnya luarbiasa, masarakat jawa berbondong-bondong masuk islam tanpa paksaan apalagi kekerasan..
namun sayang, ahir-ahir ini banyak orang yang baru belajar agama mengkait-kaitkan aktivitas bertapa ini dengan klenik maupun perdukunan, sampai sampai ada yang menghukumi bertapa sebagai suatu hal yang sesat dan penuh dengan kemusrikan.
Pandai sekali mereka menilai, seakan punya ilmu menerawang hati dan pikiran. Syirik letaknya di dalam hati mas, mbak, di dalam niat; bukan di goa, bukan di batu, bukan di gunung, bukan pula di dalam duduk sila berdiam diri.
banyak yang tidak sadar
betapa banyak orang yang terjebak menjadi musyrik dalam solatnya, betapa banyak orang yang terperosok musyrik puasa ramadannya dan betapa banyak orang yang terperosok musyrik dalam ritual hajinya.
ayo bertapa
Ingin ku kupas lebih jauh hal ini, semoga segera tertuang di

MACAM-MACAM CARA BERSILATURAHMI


Dalam sebuah hadis nabi Muhammad S.A.W mensabdakan tentang pentingnya silaturahmi:


حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي يَعْقُوبَ الْكِرْمَانِيُّ، حَدَّثَنَا حَسَّانُ، حَدَّثَنَا يُونُسُ، قَالَ مُحَمَّدٌ هُوَ الزُّهْرِيُّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: " مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ "
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abi Ya’quub Al-Kirmaaniy[1] : Telah menceritakan kepada kami Hassaan[2] : Telah menceritakan kepada kami Yuunus[3] : Telah berkata Muhammad – ia adalah Az-Zuhriy[4] - , dari Anas bin Maalik radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang suka diluaskan rizkinya dan ditangguhkan kematiannya, hendaklah ia menyambung silaturahim” [Shahiih Al-Bukhaariy no. 2067].

Silaturahmi bukan hanya sekedar berkunjung bertukar pertanyaan, "bagaimana kabarmu ?; bagaimana usahamu?; bagaimana anak-anakmu; bagaimana wedhusmu ? dll". silaturahmi secara lebih tajam lagi diartikan sebagai "menyambung kasih", baik dengan orang yang selama ini sudah memiliki hubungan baik dengan kita, maupun dengan orang yang mempunyai hubungan kurang baik. bahkan dalam sebuah hadis, rosul menekankan pengertian dari silaturahmi secara lebih terperinci sebagai suatu penyambungan hubungan kekerabatan yang sempat terputus :

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنْ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا 

"Orang yang menyambung silaturahmi itu, bukanlah yang menyambung hubungan yang sudah terjalin, akan tetapi orang yang menyambung silaturahmi ialah orang yang menjalin kembali hubungan kekerabatan yang sudah terputus". [Muttafaqun 'alaihi]. 

Eyang Kholil Asy'ari guruku pada sore hari tanggal 31 Januari 2015 bertutur bahwasanya  silaturahmi dapat dilakukan dengan beragam cara:
  1. Silaturahmi dengan ber Ziyarah (berkunjung)
  2. Silaturahmi dengan memberikan hadiah
  3. Silaturahmi dengan muamalah
  4. silaturahmi dengan kitabah (tulisan)
Silaturahmi dengan berziyarah dapat dilakukan dengan berkunjung ke rumah teman, sahabat, kerabat, tetangga, saudara ataupun bahkan kepada orang yang sebelumnya belum kita kenal sekalipun. Kendala yang sering terjadi di masyarakat yaitu adanya anggapan bahwa "acara berkunjung" merupakan arisan, setiap anggota arisan berkewajiban membayar arisan yang berupa kunjungan ke rumah anggota arisan yang namanya "tembus" sebagai pemenang arisan, sedangkan pemenang berhak untuk mendapat hadiah berupa kunjungan dari anggota arisan yang lain, bigitu dan seterusnya secara berputar dan bergiliran. Dengan adanya anggapan bahwa berkunjung bergantian merupakan sebuah "arisan", maka tidak jarang terjadi pihak yang sudah berkunjung akan sakit hati apabila tidak gantian dikunjungi  apalagi jika sudah berkunjung berkali-kali dan belum juga ada kunjungan balasan, ya dapat dipastikan sakitnya tuh disini (menunjuk ke hati )

 memberikan hadiah sangatlah efektif sebagai sarana silaturahmi. Meskipun secara fisik kita tidak bisa hadir berziarah ke rumah, namun hadirnya hadiah merupakan sepuah "penawar" kerinduan yang akan selalu dikenang, apalagi hadirnya hadiah disertai kehadiran pemberinya, pasti akan terasa sangat luarbiasa. ada beberapa hadis yang berkenaan dengan hadiah:

 Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerima hadiah dan membalasnya.”

“Barang siapa yang ditawari sesuatu tanpa memintanya maka hendaklah menerimanya.” (HR. Ahmad)

Biasanya Rasulullah n bila dihidangkan makanan, beliau menanyakannya, “Apakah makanan ini hadiah ataukah sedekah?” Bila dijawab, “Sedekah”, beliau mempersilakan kepada para sahabatnya, “Makanlah kalian.” Sementara beliau sendiri tidak memakannya. Bila dijawab, “Hadiah”, beliau dengan segera memakannya bersama para sahabatnya. (HR. Al-Bukhari no. 2576)

 (bersambung)

Rabu, 28 Januari 2015

NEGERI ANEHKU

Negeriku yang amat aneh
Bangunan2 didirikan menjulang tinggi, tapi harga diri semakin rendah.
Jalanan tambah lebar, tapi pemikiran semakin sempit.
Ada yang sudah keliling dunia, tapi enggan menyapa tetangga
Tenaga ahli bertambah, tapi masalah tak berkurang.
Katanya pembela kebenaran, tapi malah merampok duit rakyat.
Ngakunya penegak hukum, tapi malah dihukum.
Yang jauh diperdekat, yang dekat diperjauh.

21 okt 2014

PUH SAID MENINGGAL DUNIA

Selamat Jalan Wahai Guruku
KH. Muhammad Sa'id Sholeh...
Walaupun jasad engkau sudah terkubur...
akan tetapi ruh engkau tetap berada dalam diri Zainul Hasan...
Jasa engkau kan terus terkenang Wahai Guruku...
kami para murid-muridmu
Ahmad Zaenuri FadlyAmir El HudaWildan WillyNajib Attho'illahMift Huda Mitunk kan selalu mendoakanmu...

13 Okt 2014 subuh

TAK PERLU BUKA2AN

Ukhtii...
Tidak perlu menunjukkan gerai rambut panjangmu
Tidak perlu memamerkan indah lekuk tubuhmu
Tidak perlu menampakkan putih kencang kulitmu, Untuk membuktikan bahwa kamu benar-benar perempuan.
Jilbab yang dengan rapi kau kenakan, pakaian syar'i yang menyembunyikan keindahan lekukan badan, senyum manis yang tak pernah kau tanggalkan, itu saja sudah membuktikan bahwa engkau benar benar perempuaan, bahkan seorang perempuan idaman.
Nb: Tugasku hanya menyampaikan, memberi hidayah wewenang Tuhan -Jumu'ah mubaarokah

KAYAK GINI KAN MANIS

25 jULI 2014



foto dihapus :D

PRESIDEN TERPILIH PEMILU 2014

Memerlukan pemimpin dengan kaliber dan kwalitas kepemimpinan satu tingkat dibawah Nabi Musa untuk membawa maju dan menyelamatkan bangsa Indonesia yang watak "ngeyel"nya satu tingkat dibawah bani Isroil.
Kita mesti menyadari bahwa presiden yang sudah "terlanjur" terpilih memang bukanlah orang tepat yang dimaksudkan, bukan hanya selisih satu tingkat saja, mungkin 100 atau bahkan 100.000 tingkat dibawahnya. jadi jangan berdoa dan memaksa Tuhan untuk menjadikannya. Paling tidak kita sekarang memberinya semangat untuk terus berjuang dan berdoa supaya dia tidak menjadi Fir'aun bagi negeri dan bangsa ini.
Selamat berjuang presidenku yg baru, realisasikan janji janjimu.

24 juli 2014

SARANKU, PUTUSKAN SAJA PACARMU

SARANKU, PUTUSKAN DAN TINGGALKAN SAJA PACARMU
orang yang berpacaran sebenarnya orang orang yang ketakutan, ketakutan tidak mendapatkan pasangan ataupun ketakutan keburu nggak laku dan hidup seumur hidup sendirian. Kasihan sungguh kasihan, ketakutan yang merupakan kekonyolan dan kesia siaan.
Mari kita hitung, berapa usiamu sekarang ? 
Katakanlah 20 tahun, kemudian kamu berangan angan untuk menikah diusia 26 tahun (misalkan). Jangka waktu antara 20-26 tahun ini sangat panjang.
Dalam waktu 6 tahun ini kamu akan bertemu, berkomunikasi, berhubungan dan bekerja sama dengan banyak sekali lawan jenis, inilah masa masa untuk memilah, memilih, tapi jangan dulu menetapkan atau menentukan bahwa "Si A" lah pasanganku.
Setelah kamu yakin dengan pilahan dan pilihanmu, istihorohkanlah, minta petunjuk Tuhan, kemudian diskusikan pilihanmu ini dengan keluarga, setelah semuanya sepakat, datanglah beramai ramai ke rumah si doi dan lamarlah dia diusiamu yang ke 26. Tiga bulan setelah lamaran, nikahilah dia, nggak usah menunggu lama lama, keburu basi. So sweet kan.
Perumpamaan Orang pacaran itu kayak orang minum arak, aku tak memungkiri kalau pacaran itu mendatangkan manfaat, tapi bahaya atau mudhorotnya lebih banyak daripada manfaatnya.
So, buat kamu yang sekarang sudah terlanjur pacaran, putuskan pacarmu sekarang juga. Lebih baik fokus menata dan memperjuangkan masa depan gemilangmu, meningkatkan kwalitas dan juga nilai jualmu, dan mempersiapkan bekal untuk calon anak cucumu, dari pada galau memikirkan dan menghawatirkan orang yang belum tentu jodohmu itu diambil orang. Nenek moyang dulu nggk pacaran, toh ikatan pernikahan mereka langgeng meskipun nggk jarang terjadi pertikaian bahkan jumlah koleksi anak mereka banyak ada yang diatas 20 an. Tidak seperti zaman sekarang kan, pacaran lama lama, bahkan ada yang sampai hamil duluan, ternyata setelah menikah tidak mampu mempertahankan hubungan, anaknyapun sedikit.
Tuhan nggk iseng ataupun "guyon" , dan nggk bohong dengan kata kataNya: laki laki yg baik untuk perempuan yang baik baik, perempuan yang baik untuk laki laki yang baik pula.
So saranku, putuskan dan tinggalkan saja pacarmu
Based on writer's life story, Denpasar

20 JUL 2014

Selasa, 13 Januari 2015

MENTAL MURID DAN PERILAKU GURU (SENG DIGUGU LAN DITIRU)


Ada yang bilang :
- murid2 sekarang kurang ajar
- murid2 sekarang bejat
- murid2 sekarang bajingan
- murit2 sekarang amoral, cabul, suka ngibul
Dan masih banyak lagi gelar yang dusandangkan untuk menunjukkan bahwa kondisi murid2 jaman sekarang berada pada puncak "keberengsekannya"
Tidak salah, memang fakta membuktikan hal demikian. Tawuran, pencabulan, perjudian, pembunuhan, pencurian dan kejahatan lain yang dilakukan pelajar kerap kali menghiasi layar kaca.
 
Aku membatin :
Apa iya ini kesalahan murni para siswa ?
kira-kira ada atau tidak peran guru yang terlewatkan sehingga mengakibatkan mereka berbuat demikian ?

- pernah apa enggak ya guru2 zaman sekarang berdoa untuk kesuksesan murid2nya dalam menuntut ilmu ?
- pernah apa enggak ya guru zaman sekarang tirakat, puasa, solat malam, dll untuk memohon rido tuhan agar ilmu yg mereka salurkan manfaat dan barokah bagi semua muridnya ?
- apa ya mungkin guru yg suka  mabuk, nongkrong sambil ngomongin orang, berjudi, masih bangga dengan dosa yg sudah d kerjakan, masuk kelas telat2an, masih sering ninggalin kewajiban kpda Tuhan, guru amoral yg mencabuli muritnya , dll bakalan menghasilkan murid2 soleh, pintar, beradab, dan seribu prestasi mulia lainnya ?
Korelasi antara Mental dan perilaku murid dengan perilaku para guru sepertinya sangat besar.
kalau orang jawa memaknai "guru" dengan "seng digugu lan ditiru" yang didengarkan dan di tiru (perbuatannya), maka disini tanggungjawab guru sangat besar. Buakan hanya mentransfer ilmunya kepada siswa, akan tetapi juga membentuk karakter anak didiknya.
Saya bukan manusia sempurna, cuman saya benar2 merasa prihatin dengan sempurnanya kebobrokan mental dan moral di sekitar saya atau mungkin juga moral dan mental saya sendiri..
Menjadi guru itu kan amanah, dan setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah yg di embannya.
Semoga kondisi akan membaik untuk kedepannya... aminn
# bermaksud menyindir saya sendiri dan yg merasa

See here:
Guru mencabuli muritnya 
dugaan guru mencabuli muritnya 
guru SD berjudi 
Guru Berjudi 
guru membunuh guru 
Guru besar mengkonsumsi narkoba 
siswa mencabuli temannya 
Tawuran pelajar 
tawuran mematikan 
pelajar menjambret untuk berjudi 

Sabtu, 10 Januari 2015

SATU DESEMBER 2014 DAN GONTOR PONOROGO

Satu Desember 2014,
Menandai dimulainya kegiatan, aktivitas, dan segala macam perjuangan di penghujung 2014 ini. Penggunaan satu tahun yang belum maksimal ini harus tetap disyukuri, segala dosa yang dilakukan pun harus disukuri pula. Tuhan memberi kesempatan untuk menikmati indahnya dosa dan masih membuka lebar pintu taubat, setidaknya hingga detik ini.
Kekurangan 11 bulan yang lalu harus ditebus di bulan ini, aib yang terkuak harus segera ditambal, bau busuk yang menyeruak harus segera diwangikan.
Pendiri Gontor pernah dawuh, jadilah ulama yang intelek, bukan intelek yang tau agama. Teguran yang keras bagiku yang terlalu banyak terdoktrin pemikiran sekuler dan liberal tanpa membarengiya dengan pengetahuan agama. Akupun harus segera sadar, meskipun tidak berkutat di dunia pesantren lagi, namun tidak boleh tersandang dalam jidatku kata “mantan santri”. Karena selamanya aku adalah santri MASJID GONTOR

Ads Inside Post